Kalau tempat kita jalanan yang rusak diperbaiki alangkah bahagianya. Jalanan jadi tidak banyak yang berlubang. Juga tidak jadi becek karena genangan air hujan. Perjalanan jadi nyaman dan lancar. Tapi gimana kalau proyek perbaikan jalan tersebut tidak sesuai dengan harapan. Tentunya bukan bahagia yang didapat, melainkan rasa marah yang ada.
Seperti yang terjadi pada desaku ini. Lihat aja gambar di atas! Begini ceritanya:
Beberapa minggu yang lalu, tepatnya aku gak tahu desa mendapat jatah proyek untuk perbaikan jalan berupa pengaspalan jalan. Pengaspalan jalan tersebut tepatnya di Desa Margomulyo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar. Tepatnya jalan Pahlawan yang berada di pertigaan kedua dari 2 anak cukup. Seneng banget aku melihat jalan yang sudah rusak diperbaiki. Tapi, yang namanya kontraktor pengennya kerja secepatnya dan untung sebesar-besarnya. Termasuk dengan cara memanipulasi pengaspalan jalan tersebut. Kontraktor memanipulasi dengan cara pengaspalan yang berada di dekat jalan protokol dibuat sebagus mungkin. Tapi setelah 30 meter berikutnya pengaspalan parah banget. Karena pengen dapat untung besar akhirnya pekerjaan dilanjutkan sampai malem, agar warga setempat tidak tahu kalau ditipu. Akhirnya besok paginya sudah kelar pekerjaan tersebut.
Tapi warga desa tidak mau ditipu, termasuk Kepala Desaku (SUNARTO, SH) juga tidak mau menandatangani laporan pekerjaan tersebut. Akhirnya bukannya dapat untung, malah kontraktor tersebut harus bekerja lagi untuk melunasi pekerjaannya yang memang sangat parah. Gambar di atas adalah pekerjaan kontraktor yang kedua kalinya.
Makanya kalau mau mengerjakan proyek jadilah orang jujur. Karena sudah banyak kontraktor yang nakal, pada akhirnya malah harus kerja dua kali. Apalagi di Desa Margomulyo.
1 comments:
Horas Sumut News adalah Portal Berita Kabar Info Korupsi Sumut Medan Walikota Siantar Bupati Simalungun Metro Sumut Pos Bisnis Terkini
Horas Sumut News
Post a Comment